Dikutuk

aku tak tahu apa salahku, rasanya perasaan ini terus menghujam jantungku

hujan demi hujan, badai demi badai, sudah kutempuh

namun tetap saja, aku membeku, saat namamu terdengar di telingaku

lucu bukan? aku terus menertawakan diriku sendiri, tololnya aku. padahal hanya sebuah nama, tidak berarti apa apa.

aku terus bertanya, tuhan, apakah rasa ini balasan untukku karena ulahku?

aku tahu aku salah, aku selalu mengumpat atas kesalahanku ini.

tapi tuhan, itu tidak adil! mengapa aku yang dirugikan?

mengapa aku terkutuk tuhan? saat di sisi lain,kurasa dia lebih berhak mendapatkannya

mengapa dia bahagia, tuhan?

mengapa dia tertawa di atas penderitaanku?

mengapa dia membuatku terombang ambing dalam perasaannya, hanyut dalam pelukannya, tetapi kau tidak mengutuknya tuhan?

***

tuhan, bisakah engkau menolongku?

aku tidak akan meminta banyak,tidak juga menaruh dendam

apakah engkau bisa memberikanku sedikit kebahagiaan?

kebahagiaan untuk memiliki, untuk mengagumi

sekali saja tuhan

agar ku tahu bagaimana rasanya menjadi dirinya..

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s