Dikutuk

aku tak tahu apa salahku, rasanya perasaan ini terus menghujam jantungku

hujan demi hujan, badai demi badai, sudah kutempuh

namun tetap saja, aku membeku, saat namamu terdengar di telingaku

lucu bukan? aku terus menertawakan diriku sendiri, tololnya aku. padahal hanya sebuah nama, tidak berarti apa apa.

aku terus bertanya, tuhan, apakah rasa ini balasan untukku karena ulahku?

aku tahu aku salah, aku selalu mengumpat atas kesalahanku ini.

tapi tuhan, itu tidak adil! mengapa aku yang dirugikan?

mengapa aku terkutuk tuhan? saat di sisi lain,kurasa dia lebih berhak mendapatkannya

mengapa dia bahagia, tuhan?

mengapa dia tertawa di atas penderitaanku?

mengapa dia membuatku terombang ambing dalam perasaannya, hanyut dalam pelukannya, tetapi kau tidak mengutuknya tuhan?

***

tuhan, bisakah engkau menolongku?

aku tidak akan meminta banyak,tidak juga menaruh dendam

apakah engkau bisa memberikanku sedikit kebahagiaan?

kebahagiaan untuk memiliki, untuk mengagumi

sekali saja tuhan

agar ku tahu bagaimana rasanya menjadi dirinya..

 

 

Antologi Adulthood : Disconnected (2)

Part II

 

Well tiba saatnya, gue untuk pertama kali bertemu. Akhirnya gue merasakan kehadirannya secara langsung, yang sebelumnya gue bisa linger through his voice. Gue inget banger, sebelum ketemu, kita sempat ngalamin masalah, gue lupa masalahnya apa but in the end of the day, we made it, yey.

 

First time I saw him, I was like damn he’s fine as luxury chocolate!. Gue jadi merasa cupu gitu loh. Coba deh bayangin aja, gue yang gendut pendek terus ga suka olahraga dan makan terus, was dating with an athletic guy. Tuhan maha adil, membiarkan gue merasakan cinta dengan orang yang sangat kontradiksi dengan gue.

 

Ya namanya juga kopi darat ya, meskipun udah pacaran statusnya, tetep aja masih ada rasa kaku nya. Ya kaku as in strangers gitu. Gue benar-benar seneng bukan main disitu, gue bukan seneng karena dapet cowok yang fine asf aja, tapi gue akhirnya bisa ngerasain bagaimana disayang seperti itu.

Sayangnya, gue ga punya waktu banyak dengan dia, karena udah rada malam sih. Akhirnya kita memutuskan untuk makan malam aja. Kita saling sharing tentang keseharian masing-masing, we really had a great time eventually.

Yaudahlah akhirnya gue pulang, udahlah intinya sms an terus gombal-gombal menjijikan. We been through good times until our second date just passed.

Gak lama setelah second date itu, hubungan udah mulai gonjang ganjing tidak keruan. Pokoknya perlakukannya sudah beda, jadi jarang chat jarang telfon dan yang penting dia kayak nggak menggubris gue sama sekali. Ya intinya cuek aja gue mau ngapain gitu dia cuma “iya iya”. Gue merasa, gue ga pernah ngecewain dia, okelah bikin sebel pernah tapi gue ga bikin orang yang bener-bener semurka itu. I really had no balls doing that.

Hubungan itu sudah meredup, gue sudah ga merasakan sparks sparks apapun itu. Udah pusing mikirin ini, ditambah lagi saat itu momennya lagi mau ujian masuk PTN. Jadi kita memutuskan untuk focus belajar. Kita jadi jarang ngomong, sekalinya ngomong jatohnya selalu emosi. Gue menanggap dia ga pernah ngertiin gue, dan dia menanggap gue egois yang ga pernah ngertiin dia. Intinya sudah deadlock banget.

Selang beberapa hari kemudian, udah mulai puasa. Pas puasa gue manfaatin waktu untuk berdoa semoga gue lulus ptn dan hubungan ini akan baik baik aja..

Turns out gue diputusin

 Dan gue juga ga masuk ptn

 Kebayang nggak pedihnya kayak gimana, gue inget banget gue diputusin sekitar h-bbrp hari pengumuman ptn. Saat itu,dia bener-bener mutusin gue. Pokoknya saat itu, gue nangis sekitar 3 hari gara-gara diputusin. Gue selalu bolak balik ke kamar mandi buat cuci muka. Gue menenggelamkan wajah gue ke bak mandi, nangis di dalem bak mandi, biar orang rumah nggak denger gue sesegukan nangis gara-gara cowok. Ternyata, my mom was aware of my condition but she decided not to ask me.

Keesokan harinya, gue berusaha tabah menjalani hari-hari. Gue mencoba berpikir positif. Gue mencari-cari universitas mana aja yang masih membuka jalur masuk. Gue tanya ke beberapa temen sma gue tentang tujuan mereka setelah gagal di sbm. Alhamdulilah gue punya teman yang testnya bakal bareng sama gue. Fyi, teman gue ini highschool crush gue pas sma, gue udah suka sama dia dari kelas 2 sma. I was like daang I can’t imagine if I’m gonna be in same uni with him. Emang deh darah-darah hoe ini sudah mengakar di tubuhku.

Lo pikir dengan gue ngomong itu,gue bisa move on dari mantan gue? Ofc nah.

After test universitas itu, gue sebenarnya lolos lho dan temen gue ini juga lolos. However, bapak gue sangat tidak setuju kalau gue masuk kesitu. Padahal gue udah ancer-ancer, gue pikir lumayan lah gue kuliah jauh di luar kota, biar gue lupa sama mantan gue, syukur syukur bisa deket lagi sama highschool crush gue, kali aja bisa jadian, dan u mantan gonna regret for putusin gue ( pemikiran yang sangat cringy ).

Yaudahlah karena ngga boleh kuliah di luar kota, gue memutuskan untuk kuliah swasta di kota sendiri aja. Kata bapak gue kuliah aja dulu di swasta, coba 1 tahun kali betah, ya kalau ga betah tinggal test lagi. Gue kuliah di salah satu univ di Jakarta bagian barat and actually I was really having good time eventually hahaha.

Ditengah-tengah gue mulai menikmati kehidupan kampus gue di Jakarta, tiba tiba high school crush gue jadi rada aware sama eksistensi gue, mungkin karena kita udah sama-sama pisah ya. Prior ini,gue sempet bilang ke highschool crush gue kalau I liked him, hahaha ( untuk cerita lebih lanjutnya,akan di elaborate di Antologi  selanjutnya J )

Tapi-tapi bukan itu aja yang penting

 

My ex came again for no reason

 

To be honest, saat itu gue udah mulai move on, gue sudah bisa hangout dengan teman-teman baru, memiliki kehidupan yang cukup mengasyikan, ditambah lagi highschool crush gue sering chat-chat gue saat itu. Dan bodohnya, gue nerima dia dengan tangan terbuka.

I wonder if I declined him, there’d be no stories aftermath

Dengan bodohnya, gue masih bisa menanggapi dia dengan tangan terbuka. Gue masih peduli. Gue inget banget, saat dia chat gue lagi untuk pertama kali setelah aftermath itu, gue masih deg-deg an. Gue merasakan darah mengalir deras ke otak gue, kepala gue langsung anget nyut-nyutan. Rasanya ingin meledak karena dia datang lagi.

I still miss him anyway

gue udah telfonan lagi sama dia, dia sharing tentang kuliahnya. Hal yang lebih mengejutkannya lagi, dia kuliah satu kota sama gue.

Let me rewind. He’ll be in same town like me

 For four years straight

 Couldn’t be any worse,right?

 Saat itu gue benar-benar merasa tersetrum listrik. Gue bertanya-tanya, apa ini yang disebut jodoh nggak kemana? Gue mengira dia akan kuliah di kota lain or whatever lah, intinya jangan deket deket sama gue lagi.

Lo pasti akan menerka-nerka kan kalau mantan ga kemana mana, tandanya jodoh ga kemana? Iya itu hanya berlaku bagi orang yang masih sayang sama mantannya.

 Tapi hal tersebut ga berlangsung lama, setelah telpon-telponan itu, keesokan harinya dia nggak hubungin gue lagi. Gue mau marah, tapi hak gue buat marah apa? Toh gue bukan pacarnya lagi kan? Yaudahlah gue juga bertujuan untuk temenan baik aja. Meski dia udah menyayat hati gue, very deep.. deep down.. lucu aja,gue udah nangis 3 hari dan gue dengan mudahnya memaafkan dan menerima kembali.

Such a fool, but mama told me not to revenge. That’s why.

 Pokoknya hal tersebut repetive banget, dia kadang chat gue besoknya ilang, selalu begitu. I was wondering kenapa kok dia masih mau balik sama gue lagi. Saat gue nanya iseng-iseng ke dia apa dia udah nemu pengganti gue, dia dengan enaknya bilang

Nggak. Gue mau focus kuliah dulu

 Gimana gak makin baper coba, kesempatan balik lagi itu ada, tapi kita berdua sama-sama canggung dan gengsi untuk bertanya apa masih ada kesempatan buat balik lagi. Apa masih ada kesempatan buat memperbaiki satu sama lain, supaya bisa diterima lagi.

We knew we never had balls for that.

 Akhirnya selama itu gue hanya dihantui rasa penasaran, mengapa orang ini melakukan hal yang bodoh berulang kali. Dia mutusin gue, dia yang selalu kembali lagi. Saat gue sudah mencoba melangkah jauh, dialah yang selalu menghadang perjalanan gue. Dia juga selalu bertanya ke gue apa gue udah menemukan pengganti. Ya orang kayak gue ya kali langsung nemuin pengganti sekilat itu. Highschool crush is nothing comparting to this. I must admit. Pokoknya ditengah-tengah masa lajang itu, gue masih merasa dilindungi meski tidak transparan.

Felt like I really never left home, yes?

Saking repetifnya hal ini, kita juga nggak luput dari berantem. Gue masih suka sakit hati kalau dia ngacangin chat gue, rasa-rasa itu masih ada. Gue udah block unblock, friend unfriend lagi over and over. Gue merasa ga bisa bener-bener ninggalin, meski gue udah berusaha menghilang seperti itu,in the end of the day gue akan mencari kembali.

Dan dia selalu membuka tangannya untuk gue,meski tingkah gue juga seperti itu

 Gue juga selalu membuka tangan untuk dia yang berulang kali melakukan kesalahannya yang paling gue benci.

 Pokoknya hal itu terus berulang, sampai gue mencoba peruntungan ujian masuk ptn lagi. Gue sempat berharap gue dapat di luar kota, supaya gue bisa jauh-jauh dari dia, supaya gue benar-benar melupakan dia seutuhnya.

Turns out, I became his neighborhood

 My new uni is next to his. Exactly. Only warungs are our border.

 

 

How could it be possible?

 

TBC-

Antologi Adulthood : Disconnected (1)

Jangan bilang siapa-siapa ya, hanya kita saja yang tahu..

***

 Back then, pada tahun 2014, saat itu gue masih duduk di kelas 3 SMA. Disitu lah, gue udah mulai jenuh sama try out UN SBM apapun itu, gue mikir “ yaudahlah gue ntar kuliah di mana aja, toh ini nilai ijazah nggak diliat banget”. Nah yaudah sejak itu, gue mulai loosen up, gue melakukan hal yang let’s say, pretty dumb.

 

Yes, I met, discovered people on omegle

 

( btw, bagi salah satu reader yang ternyata notice gue dari omegle, salam jumpa dari gue, maaf kalau gue DC tapi gue maafin kalau lo DC gue hahaha)

iya gue menemukan bermacam-macam orang. To be honest, gue main kesana tuh mau ngincer bule-bule nya kan. Prior ini, gue sempet main omegle juga hahaha, tapi tujuan gue buat improve Bahasa inggis gue kok. Tapi kalau kali ini, gue pengen nambah-nambah kenalan, gue merasa inggris gue udah intermediate lah, yaudah gue gas aja pengen ngobrol secara in depth sama bule, kali aja bisa dijadiin suami, lumayan buat memperbaiki keturunan.

Turns out.. bule nya jorok semua -__- , ada ya yang udah asik gitu ternyata minta SC, PS, anything. ( btw tips buat lo nih, kalau emang lo memiliki keinginan untuk mencari jodoh di Internet, hati-hati. Jika ada orang tbt b nanyain “KIK” itu, dia adalah PK ). Abis itu,gue udah mulai merasa depresi. Kok banyak orang-orang porno nya gitu sih, padahal gue inget banget dulu tuh pas gue main, masih asik banget. Gue ketemu orang Belanda keturunan Indonesia namanya Ian (and gue sempet baper sama ini orang karena baik nya parah banget. Pas dia mau nikah, gue sempet galau,lalu kita ga pernah kontakan lagi since then) , abis itu gue ketemu Orang Inggris keturunan India gitu, kalau ga salah namanya Arvind. Saat gue masih smp, dia semester berapa gitu kuliah kedokteran di Inggris.

 

Ah… remember then, omegle was such a fancy place to connect stranger to become best friend

 

Meskipun gue mengalami hal-hal yang cukup depressing itu, gue menemukan seorang anak sepantaran gue, namanya Eaton, dari Inggris juga. Saat gue chat sama dia, orangnya asik banget, dan dia benar-benar menghargai gue sebagai cewek, ga pernah ngirim aneh aneh, dan gamer akut. ( sayang banget ga pernah chatting lagi gara gara acc skype ke blokir zz )

 

Dah tuh gue mulai asik ngobrol sama bule,lalu tiba-tiba temen gue tuh bilang ada kolom “ Find Someone with same interest “ kalau ga salah ya. Intinya tuh kolom buat nge connect lo sama stranger dengan same interest. Misalnya lo ngetik “ KPOP” nah,nanti lo bakal ketemu orang yang mengetik “KPOP” juga di kolom tersebut, jadinya lo berdua bisa se intense ngomongin KPOP deh. Kira-kria ngerti kan?

 

Gue mencoba mencari sesuatu baru disitu. Selama gue main omegle, gue tuh ga pernah ketemu orang Indonesia. Kolom itulah sebagai saksi hidup nasib percintaan gue, dengan pria dari antah berantah.

 

***

Part 1

 

Gue typed dengan keyword “ Jakarta “ dengan tujuan gue mencari anak-anak sekitar Jakarta aja. Gue sempet positive thinking sih, palingan kalau ketemu anak anak dari Indonesia, mereka ga akan sevulgar orang di luar negeri

 

TURNS OUT IT BECAME NIGHTMARE

 

PARAH!!! GUE SEGELI ITU SAMA “ORANG-ORANG ITU”. Ternyata, mereka lebih liar ketimbang orang bule. Diam-diam menghanyutkan, masa baru nanya ASL aja udah bilang “lo horny?” , “ tinggal dimana?” kadang yang lebih parah “ lagi pake baju apa? “ , “ ukuran lo berapa ? “ JIJIK PARAH. BAHKAN BELUM KENALAN AJA, MEREKA UDAH TYPE “S**GE GA” BENERAN SIH, ORANG LUAR SEENGAKNYA MASIH BISA BERTUTUR HALUS, BASA BASI DULU, INI MAH ORANG INDO STRAIGHT SAVAGE AS FCKKK

 

Kebayang ga sih gelinya gimana, terus gue mulai beranggapan, orang-orang Indonesia yang main omegle itu pathetic banget ( jadinya gue pathetic dong? Iya! ). Coba deh bayangin aja, okelah gue tau kadang-kadang tuh orang luar juga suka nyari hal-hal yang sama tapi menurut gue, orang luar tuh lebih mendingan aja gitu. Mereka masih mau mengenal lebih dalam orang yang diajak ngobrol nya itu. Lah ini?

 

Tapi, dibalik semua itu, gue bertemu orang-orang yang cukup menyenangkan, dari mahasiswa ITB, UI, wah dulu sih gue pas berkenalan sama mereka, gue tanya-tanya aja tips bisa masuk univ negeri apa, gue ga punya pemikiran jauh sampe jadian gitu. Soalnya gue anggep rada creep aja gitu. Jujur, gue pernah kopdar sama anak UI ini, terus dia ga pernah ngontak gue lagi since then. Mungkin karena saat itu,gue masih terlalu “hijau” hahahaha.

 

Gue udah berkali-kali menekan tombol esc, sampe ndelep kali itu button nya. Bahkan orang-orang juga sering DC gue,mungkin karena gue nya ga asik or whatsoever

 

Anyway, my life changed when I decided not to disconnect with this boy turned man of lifetime

 

Iya. Cowok ini. Gue masih inget, dia yang memulai duluan. Dengan menuliskan “M 18”, obrolan kita berlanjut. Saat itu gue berpikir “wah sepantaran nih orang, sepertinya menyenangkan, gue sudah enough ngomong sama anak kuliahan”. Yaudah pokoknya entah kenapa se nyambung itu. Yang bikin gue more interested adalah, dia nanya mulu dan lucunya sepanjang lebarnya text gue, dia masih nyaut. Jarang loh, orang yang nyaut lawan bicaranya yang ngomong panjang lebar. Abis itu dia juga ga minta “macem-macem” kayak orang kebanyakan gitu deh.

 

Apalagi, saat itu lagi musim-musimnya menjelang ujian nasional kan, yaudah makin nyambung aja. Udah kelamaan ngobrol, hari sudah mulai malam, kita memutuskan untuk bertukar pin BBM. Abis itu, gue pamit sama dia, lalu gue membiarkan dia nge add gue.

blurred-face

Pas gue liat fisiknya, gue sempet pesimis , gue akuin gue emang jahat banget. Gue bisa se judgemental gitu, pokoknya gimana ya. Ya gitulah. Mungkin pixel foto dia pecah jadinya itu orang keliatan burik . gue sempet rada bete sih, gue blg dalam hati “yah ternyata burik ini orang”. Mana abis itu, dia PING!!! gue sampe hape gue ngelag. Gue sempet kesel awalnya ya, mau gue delcon ga enak, soalnya di omegle keburu nyambung, kalau gue delcon sama aja dong gue mandang orang dari fisik nya. Gue sempet berpandangan loh,kalau orang jelek tuh caper banget ( ternyata gue baru menyadari kalau gue juga caper..jadi gue jelek juga)

 

Ternyata getaran PING!!! itu tumbuh menjadi getaran hati

 

Pas dia chat gue, gue cuma bales alakadar nya. Gue cuma iya iya aja, terus chat dia suka gue read. Entah kenapa, sepertinya dia menyadari sense of IDGAF gue. Keesokan harinya, dia itu langsung ganti DP. DP nya dia itu lagi pake baju basket, terus dia pokoknya stood out banget diantara temen temennya. Pokoknya itu orang berdiri paling pinggir kiri, paling tinggi sendiri.

 

Terus intuisi of hoe gue mulai mengalir. Gue langsung ngechat dia. Gue nanya “ eh lo yang tinggi itu ya?” terus dia langsung nyerocos kalau “iya gue yang tinggi itu. Gue pemain basket” aduh gue sempet gimana ya… I was like “ daaaaang gue temenan sama atlit basket, apadaya gue cuma seorang potato “. Sumpah sih,gara gara itu, gue jadi lebih hargain dia ( jahat emang ) terus gue mulai mencari tahu dia lebih dalam, gue sering nanya-nanya ke dia. Terus ini orang suka kasih emoji peluk-peluk gitu dah. Yaudah dari situ gue mulai rada baper. Rada loh ya.

 

Gue ga sadar, pokoknya udah banyak hari kita lewatin. Dulu di masa-masa adolescent itu, gue berbagi angan-angan dengan dia. Gue inget, dia pengen masuk ITB, terus masuk UI jurusan teknik. Gue langsung “ ih iya gue juga mau masuk UI, tapi maunya di FISIP”. Dia bilang

 

Semoga kita bisa bertemu ya,che. Aku ga sabar mau ketemu kamu

 

Ya pokoknya gue bener-bener baper kan. Gimana engga. Apa mungkin gue se jones itu kali ya? Meskipun gue saat itu pernah pacaran 1x, tapi gue belum pernah dilakukan semanis itu. Semenjak itu, kita berani kirim-kirim VN tiap malem. Then, dia melakukan move yang lebih berani lagi. Dia nelfon gue. Gue kayak panic as hell gitu kan.

 

Pas gue telpon-telponan sama dia, tanpa gue sadari, bs memakan waktu 2 jam lebih, padahal belum pacaran juga. Jangankan pacaran, ketemu mukanya langsung aja belum kan. Entah kenapa gue bisa merasa nyaman itu,meski saat itu gue nggak tau aslinya gimana.

 

I was naïve back then

 

Udah mulai telfonan, udah mulai berani agresif gitu. Dia memanggil gue “sayang”. Dengan polosnya, gue turut menanggapi ucapannya. I don’t know, call me naïve back then. Gue bener-bener belum pernah di treat semanis itu, gue sepolos itu. Gue bener-bener dibawa hanyut oleh ucapan manis nya dan afeksi meski via suara. Gue ga tau bagaimana dia aslinya, kelakarnya, tapi gue yakin, dia orang yang hangat.

 

Mungkin, karena gue juga sudah menaruh perasaan berlebih, gue jadi lebih agresif juga. Pokoknya it was weird as hell. Kalau diinget-inget lucu juga ya, dulu gue sepolos itu.

 

Dan gue juga ga pernah menyangka,gue akan jadian

 

18 april 2014, saat itu bapak gue ulang tahun, dia beneran nembak gue via text. Iya I know what you feel, it was cringy af, but please let me be happy tho. Seharusnya yang menjadi hari bapak gue, ternyata menjadi hari gue juga. It was awkward, gimana engga, gue ga pernah ketemu mukanya langsung masa jadian. Some people find it creepy, weird, and cringy.

 

Tapi gue ga peduli.

 

Gue inget banget, gue nanya ke dia kenapa lo tertarik sama gue. Gue saat itu juga merasa minder banget. Gimana ga minder, gue tuh gendut kan, penampilan gue masih B aja, bisa dibilang unappealing lah, dan gue ga mencetak prestasi seperti dia yang menjadi bintang di SMA nya. Dan dia bilang

 

Aku ga peduli,bagi aku kamu tetep aja manis. Aku suka sama kamu karena kamu nggak mandang orang mau berteman sama siapa aja, dan berpengetahuan luas .

 

Duh edan dipujinya ampe selangit, mungkin kalau gue delcon dia, journey gue gaakan pernah dimulai. Pas gue liat-liat, lucu aja yah, dia kurus atletis tinggi, gue gendut pendek ga suka olahraga. Ternyata disitu lah,gue merasa seneng banget. Terms of “Opposite Attracts” really does its magic.

 

Udah beberapa hari, kita pacaran dari chatting, telfonan, skype, journey gue bersama nya mulai berubah saat dia menulis ini

 

Minggu depan aku ke Jakarta, kita ketemu ya

 

Dia ke Jakarta? Apakah dia siap bertemu gue yang seperti ini asli nya? Apakah dia akan memutuskan pergi saat bertemu gue di dunia asli?

 

Are you really the one I’ve been looking for?

 

-TBC-

Radiology : Intern Edition

PREAMBULE

“Ngapain di radio? Like you’re gonna succed tho”

Sepertinya rada susah,meyakinkan orang saat ini,kalau kerja di radio bakal sukses. Karena,jujur aja,when it comes to listening to radio, all you heard is songs and some announcers speaking unnecessary topics. That’s why nowadays radio lacks of intensity. Ya listerner mikirinya,ngapain gue demger orang nyerocos ga penting? Gue udah capek denger orang orang bawel di dunia nyata. Mau denger lagu bisa bikin playlist di Spotify or Joox.
TAPI INI TIDAK BERLAKU DI RADIO TEMPAT GUE MAGANG

Gue magang di salah satu radio lokal di surabaya. Banyak orang nanya ke gue “ngapain jauh-jauh ke surabaya,toh orang pasti maunya ke jakarta”. Sepertinya kalau mindsetnya sudah ke centralized  gitu, mudah sekali  underestimate. Pernyataan itu langsung gue tepis dengan bilang

Cari ilmu tuh ga harus di ibukota aja. Selagi ada kesempatan,cobalah buat ekspansi. Jangan sombong amat mentang-mentang anak ibukota

Yep,gue magang di salah satu radio lokal di surabaya. Namanya Radio Suara Surabaya. Radio yang berjenis MOR FULL SERVICE ini,udah berdiri dari thn 83. MOR itu sebuah jenis radio kayak CHR,AC,nah MOR itu prefernya ke berita sih,jarang bgt berbau kemudaan kayak 2 jenis radio diatad. Tapi ga cuma full berita aja. Ada talkshow interaktif,muterin lagu jadul hingga kekinian. Full service maksudnya mampu memberi pelayanan lebih dgn pendengarnya.semua keluh kesah pendengar,orang di station itu pasti dengerin dan kasih saran. Oh iya motto radio ini tuh

News.interactive.solutif

A. Where I Worked

Langsung aja ya

gue menempuh 10 jam perjalanan dari Gambir ke Pasar Turi bersama ibu. Ibu gue selalu bilang intinya kalau gue di SS ( sebutan suara surabaya ) gonna be lit lah. Ya gue makin bersemangat dong.

Lalu, senin tanggal 26 Desember 2016, hari pertama gue. Pertama kali gue menginjak kantor ini, gue merasa wow. Karena bisa dibilang,kantornya cukup besar untuk ukuran radio lokal. Jujur aja,gue juga sempet neting duluan akan gedungnya. Cat cat nya bernuansa neon. Gedung ini punya 3 lantai,di lantai 1 isinya ruang boss,meeting room,marketing,kantin. Berhubung gue lupa foto2 ruangan lantai 1,semoga foto ini bs represents gambaran lt 1 ya hehe

A.LANTAI 1

Resepsionis. Mbaknya ayu ta huehuhe

Piagam penghargaan,potongan-potongan koran tentang radio ini. Namun ada 1 hal yang bener bener fascinating dan memotivasi gue menekuni bidang ini

Tante Yvonne ini ex reporter dan penyiar. Picture says alot,right? 

Tangga menuju lantai 2

Nah samping tangga ini,ada lukisan lukisan lucu karya anak anak sekolahan. Lucu deh

B.Lantai 2

Ruangan Siaran-Gatekeeper-Newsroom itu nyatu ya. Pembatasnya cuma kaca. Jadi kita semua bisa melihat aktivitas per sub divisi masing masing.

Ruang siaran

Gate keeper

Dan gue ditaro di tempat news room.

Disini dimana contents diproduksi.( ki-ka ada mas budi,mbak ayu,mbak luki, lalu minus mbak andin)

B. What I Did 

Di news room ini, tempat buat produksi berita-berita (iyalah), dan membuat package siaran perhari. Pasti yang terlintas di benak lo, pasti orang orang di divisi ini,bakal serius banget.

DO NOT BE TOO SERIOUS IN MEDIA CUZ YOU WILL GET STRESSED 

Meski gue berada di divisi ini,percaya deh,gue Hampir tiap hari ketawa. Soalnya,ya prinsipnya udh tau kerja di media,informasi banyak, bawa asik aja tapi serius juga. Pokoknya dari mulai gue cuma he doang ketawanya sampe huahauahayahauhaayahahuahaua ketawanya udah gue lewatin.

Gue mencoba mengerahkan kemampuan gue dari ilmu ilmu kuliah gue (karena gue anak broadcast). Turns out? Ga mudah menulis berita dengan kalimat tutur. Pas semester lalu,gue juga belajar menulis berita,tapi jujur aja,gue cuma copas dan percantik kata-katanya. Pas dosen gue bilang kalau “ini tuh masih kalimat cetak” gue beneran ga peduliin. Yang penting kelar.

Nah ini,pas gue udah mengahadapi media audio / audio visual,gue hampir se desperate itu gara-gara ulang lagi ulang lagi. Karena kalimat gue cetak banget Tapi itu yang memacu gue buat mencoba terus nulis. Gue sampe dikasih petuah kayak gini
Coba deh,kamu coba omongin berita mu. Enak ga kalau ngomong?

Ternyara bener,gue bener bener tongue twisted disitu. Mulut gue ampe pegel. Wah ini gue sebenarnya merugi banget,pas semester kemarin udah diingetin dosen,gue cuma heeh aja. Maafkan aku mas mbak dosen.

Gue akhirnya menulis lagi. Pas gue merasa udah tutur banget nih bahasanya,gue nanya ke senior disana. Katanya masih ga jelas angle nya,kurang bervalue,etc.

Gue ga sia sia pergi jauh menempuh 1000 mil,untuk belajar menjadi jurnalis yang sesungguhnya

Lalu karena gue latih terus,lama lama gue bisa.dikit sih.hehe. tapi seengaknya mereka sudah menganggap adanya improvement lah. Fyi, di SS,selektif banget loh buat naikin berita ke udara,dan alhamdulilah beberapa berita gue udah naik ke udara. He he

Nah, di samping ruang news room itu,ada ruangan namanya gatekeeper atau kita bilangnya geka. Buat apasih geka itu? Jadi ruangan ini buat memberitahu announcer,supaya si announcernya bisa meminimalisir kesalahan. Selain itu, di GK juga menampung telfon telfon dari pendengar. Jadi,kalau pendengar menyaksikan kejadian penting, GK nya akan nge compile dulu informasi mana aja yang patut naik di udara (biar meminimalisir HOAX juga,karena radio ini paling anti nyiarin berita hoax). Setelah mendapat approval di GK, maka announcer nya langsung nge udarain info tersebut.

Ketiga ada ruang siaran. Untuk bisa siaran tuh susah banget. Butuh training sekitar 6 bulan. Trainingnya mencakup latihan pernafasan diafragma,latihan tutur kata biar nggak kelibet ngomongnya,lion’s face, dan banyak lagi. Gue pernah dapet materi ini semester lalu,dan itu susahnya parah banget. Mangkanya ga heran,jadi penyiar butuh waktu training lama banget.

(Gue lupa foto lantai 3 nya hehe maaf banget)

Selama gue magang, selain latihan menyusun berita,gue juga siaran,meski cuma 1x dan durasinya 10 menit. Konten siaran gue bisa dilihat di post gue sebelumnya. Untuk membuat konten ini,gue butuh waktu 5 hari buat research and revise

Ternyata nggak mudah loh bikin konten siaran. Meski gue juga udah pernah bikin naskah berita pas kuliah (dan nilai akhirnya mendapat A,he), tapi pas eksekusi irl nya, gue butuh berkali kali ulang.

Ulang

Ulang

Terus mengulang

Mungkin orang kesel kali ya apa apa ulang apa apa ulang. Tapi pas gue disuruh ulang,ini menjadi tantangan bagi gue. Jadi gue tau kemampuan gue sebenarnya. Gue dapet A secara akademis,namun di lapangan,eksekusi gue masih F. Hal-hal kecil dalam teks gue sangat diperhatikan loh seperti

Teks kamu,sudah ada tulisan akan dan  mendatang . Baku ga?

Kenapa pakai kata  telah kalau orang umumnya pakai kata sudah  kalau menyebutkan past tense?

Kalimat tutur! We are on radio. You tell people as if you are story teller! Let their imaginaton run wild! Ga bakal kebayang kan,jika kamu story teller tapi bacanya kayak bacain narasi?

Teks kamu kebanyakan opini. Bukannya seorang jurnalis harus bersifat netral?

Teks kamu kepanjangan! In radio, we are playing against SECONDS. One second does matter! 

Gue kayak bener bener langsung gimana ya. Digebuk abis abisan. Tapi emang ini yang gue mau. Bener bener direct feedback. Mungkin pas gue di kuliah gue ga notis kesalahan gue. Tapi disini? Hem jangankan whole text, 1 alinea aja catatannya ampe tumpah ruah. Bahkan cara gue ngomong aja diperhatiin,kayak gini

Kalau ngomong,mulut bergerak biar vokal

Intonasi jangan lupa,jangan kayak dikejar setan

Last but not least,chill.

Gue tuh ga ngeh kalau setiap gue ngomong,cuma lidah doang yang gerak. Mangkanya orang-orang banyak yang bilang kalau gue ngomong suka ga jelas. Tapi tenang, meski feedback diatas sounds harsh,tapi percayalah,orang-orang di kantor gue kalau ngasih saran itu enak banget. Tidak menjatuhkan tapi membimbing.

Jika lo mau menjadi jurnalis, gue saranin magang disini. Gabakal nyesel lo pergi jauh-jauh kesini. Lo tuh bakal benar benar dibimbing menjadi jurnalis sebenarnya. Hal hal yang ga sempet lo tanya atau ga sempet dijelasin sama dosen, orang-orang disini akan nuntun lo secara cuma cuma dan meminta lo buat praktekin langsung,supaya bisa langsung kasih feedback. Biar lo tau salah lo dimana.

3. Tension in media

Karena ini radio berita, gue harus memerhatikan kata per kata, kalimat per kalimat, dan angle yang gue buat. Selain itu, radio ini memiliki keunikan yang menjadi trademark di radio ini.

  • Di radio ini, wajib hukumnya ber Bahasa Indonesia baik dan benar. Pada awalnya, cukup menyusahkan bagi gue. Harap maklum, I live in millenial era (tuhkan ngomongnya aja udah campur campur). Jadi setiap gue bikin teks, seHARUS mungkin gue harus membuat full teks Bahasa Indonesia. Kecuali kalau istilah berbau internasional ya.
  • Hal penting selanjutnya yaitu News Value. Apakah berita ini bisa mengguggah rasa ingin tahu pendengar, memberi manfaat pada pendengar, penting apa tidak, hal itu tuh harus dipikir baik-baik. Di radio ini, paling anti sama berita gosip dan ga penting. Kalau mau dengetr hal hal kayak gitu, bisa denger di radio tetangga, hehe.
  • ANGLE! SUDUT PANDANG! gue harus puter otak untuk mengutak atik sudut pandang sebuah berita, biar ear catching oleh pendengar.

Lo disini jadi merasakan tense  nya dunia media. Jujur aja,gue sempet merasakan titik jenuh terhadap politik. Mau ga mau,gue harus update apalagi politik indonesia dan dunia lagi bergejolak banget. Membaca berita yang dulunya merasa terpaksa,menjadi terbiasa. Orang-orang disinu juga suka bilang

Apa yang kamu dapat hari ini? 

Nah pas ditanya gitu tuh, gue jadi “melek” lagi tentang permainan politik dunia,apalagi how media frames its content. Jujur pas gue kuliah,gue males banget analisa politik dan media. Lalu pas udah kejadian gini nih, gue jadi termotivasi. Gue tiada hari tanpa membuka wikipedia juga.

Se seru itu lho. Ga cuma ngomongin politik,semua hal yang lagi trend,hal hal random juga diomongin. Dari mulai bervalue sampe less value. Karena prinsipnya,orang media wajib tahu segalanya. Lo bakal ngerasa jadi true journalist meski status lo cuma magang disini.

4.  How I Felt

Selain itu,Surabaya tuh biaya hidupnya juga murah,dan orangnya humble banget. Saking humble nya orang di ss, hampir tidak ada border antara teratas hingga terbawah. Hal yang bikin gue kagum disini yaitu, orang-orang disini saling mengingatkan untuk shalat,bahkan shalat berjamaah bersama. Selain itu,suka ingetin buat makan,bercanda bareng. Gue udah bilang diatas,gue tiap hari ketawa. Ada aja ulahnya.
That’s it for today. Gue sangat merekomendasikan tempat ini, jika lo ingin menjadi seorang Jurnalis handal. People said it’s not only a station, it’s a college. This station has been producing lots of competent journalists and they are all spread all over Indonesia. Even one of successors graduated from BBC.

What could go wrong? Mohon maaf gue emang kurang tahu sistem di station lain. I already put faith in this station and station ini sangat terbuka sekali untuk berbagi ilmu dengan calon-calon jurnalis muda. Like me 🙂

 

That’s it for today. Semoga post gue diatas, bisa merubah mindset lo yang (mungkin) terlalu centralized,  beranggapan kalau semua tuh bisa lo dapet di Ibukota. Coba yuk, selagi muda, yang haus ilmu, haus pengalaman, terbuka sedikit dengan apa yang diproduksi di luar Ibukota. Might be worth it, and valuable 🙂

 

-FIN-

Inauguration Ball of Donald Trump

Halo,semoga masih tetap semangat, jangan leha leha dikala weekend ya 🙂

Biasanya kalau ada acara pengangkatan Presiden Baru di A.S pasti meriah, wow, para artis pasti ga mau nolak kalau diundang presiden. Namun, kali ini, Acara pengangkatan baru TERANCAM SEPI PEMIRSA karena TIDAK ADA ARTIS?!!

Whoa whoa, gimana dong buat hajatan tapi nggak ada orangnya?

Simak my 15 Minutes Special Feature on Radio Suara Surabaya,  talking about

” Inauguration of Donald Trump : Make America Great! Welcome Celebration

with very prominent anchor from Surabaya, Iman.

 

Do you think, it will be great as it should be? Suit yourself 🙂

 

Special Feature on Radio Suara Surabaya : Inauguration of Donald Trump – Make America Great Again!

 

NB : this is an internship product. Not my everyday podcast. Yea currenly, I’m doing internship at one of prominent radio in Surabaya…..even Indonesia..trump.jpg

 

3 Types of People to avoid

duh

 

HELLooooo semoga masih tetap semangat yaaa.

Bagaimana hariya? menyenangkan? apa menyebalkan? kalau menyenangkan syukur,tp kalau menyebalkan,apa yang bikin lo sebel? temen-temen lo?

wah ckck,kalau temen-temen lo nyebelin,jangan-jangan mereka termasuk one of 3 types of people to avoid!! wah masuk yang mana nih temen lo?

 

atau lo termasuk golongan yg mana? *EH

simak aja my 30 Minutes gibberish. Eh sorry i mean 30 minutes of my podcast. so check it out below 🙂

I hope you get entertained, love you :)))

3 Types of people to avoid

Radioblog : Kaleidoscope of 2016 in 15 Minutes

This is my first podcast about reviewing what i did in 2016. About 15, hopefully worth to hear 🙂

I had done something that i was afraid to do, I pushed myself out of limits and this is what i become now. Everyday I grow and push myself to be better person and I hope this year (at least) would make a different for me.

What’s the thing you missed most in 2016? Write down below, and let me know 🙂

PS : I forgot to mention that this cartoon gave me live. Circa 2016

 

Enjoy 🙂

wbb_group

Kaleidoscope 2016 in 15 Minutes

A New Beginning

Assalamualaikum 🙂

Dengan shouts berupa tulisan,suara,maupun audio visual ini,aku akan menemani hari-hari mu,dan semoga kamu makin terhibur dengan apa yang aku berikan ke kamu 🙂
Enjoy